Simulasi Rangkaian Sensor Gas dan Suhu Pabrik dengan Mikrokontroller AVR

Ini merupakan simulasi salah satu contoh instrumentasi dalam bidang industri. Sistem pengontrolan emisi gas ini disimulasikan dengan Proteus 7.5 dan diprogram menggunakan BASCOM AVR. Inputnya adalah keypad, sensor suhu, dan sensor gas, pengontrolnya adalah Mikrokontroller AVR, dan outputnya berupa data serial, LCD, dan Pulsa pengontrol putaran kipas.

Simulasi dengan Proteus

Mikrokontroller yang digunakan adalah ATMEGA 32, meskipun penggunaan ATMEGA 8535 dan ATMEGA 16 juga sah-sah saja karena programnya hanya 3KB. Inputnya berupa sensor suhu LM35 yang menggunakan interface ADC serta 3 buah Sensor gas NOx, SOX, dan CO yang pada simulasi ini dilambangkan dengan Variable Resistor karena pada dasarnya interface sensor suhunya (misalnya TGS series) juga berupa ADC. Selain itu untuk mengatur kecepatan keypad digunakan keypad yang diletakkan pada PortB.

Jadi untuk keempat sensor kita gunakan port ADC (Port A) untuk kemudian dikonversikan ke data digital. Outputnya berupa LCD, data serial, dan Motor kipas yang akan berputar sesuai nilai yang kita set melalui keypad. Untuk drivernya digunakan IC Driver L-298 yang didalamnya terdapat H Bridge. Kontrol yang dilakukan oleh mikrokontrollernya berupa pulsa PWM pada port D.2 dan D.3 yang akan dimasukkan ke L298. LCD yang digunakan adalah LCD 20×4 dan data serialnya dapat digunakan untuk pengontrolan jarak jauh.

Membangun Kapabilitas Angkatan Laut Negara (yang katanya) Maritim

Pertahanan adalah tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia. Pertahanan itu cakupannya luas, bukan cuman dari sisi militer, tetapi juga mencakup Ipoleksosbud pula. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengangkat tentang pembangunan kapabilitas angkatan laut dari negara kita yang katanya negara maritim. Beranjak dari kewajiban bela negara, saya ingin menyajikan sebuah tulisan dari pandangan awam yang tentu saja tidak merepresentasikan pandangan dari institusi manapun.

Indonesia adalah negara kepulauan yang wilayahnya terbentang dari sabang sampai merauke, dengan karakteristik perairan yang unik. Bagian barat didominasi littoral area dan bagian timur didominasi Ocean/offshore area. Sehingga dibutuhkan kekuatan Littoral maupun Ocean Going yang harus dibangun secara berimbang. Power projection juga dibutuhkan, karena sekedar operasi lintas laut dari jakarta ke papua saja di negara lain sudah seperti operasi amfibi antar kontinen. Angkatan lautnya memiliki seratusan KRI dengan kemampuan yang cukup merata dari mulai Tempur, Angkut, Patroli, supplai, serta kapal pendukung lainnya. Untuk kekuatan tempurnya didominasi oleh kelas fregat dan korvet serta ditambah beberapa kapal cepat rudal, kebanyakan produk diatas 90an, kecuali kelas SIGMA yang merupakan anggota termuda gugus tempur Armatim. Negara yang panjangnya membentang setara eropa ini hanya memiliki 2 buah kapal selam kelas U-209 dengan salah satunya sedang berada di korea untuk overhaul. Dari pandangan awam saya ada 3 masalah utama yang cukup mengganjal yaitu 1. jumlah armada 2. Usia armada 3. Operasional armada

Continue reading

Selamat Ulang Tahun Indonesiaku

Berartikah peringatan kemerdekaan jika makna kemerdekaan cuma sebatas ucapan saja?

pekik kemerdekaan jaman dahulu berarti mempertaruhkan nyawa,dan para pahlawan mengorbankan apa yg mereka punya tanpa memikirkan apa yg mereka dapat

Semua telah rela mereka berikan....

Semua telah rela mereka berikan....

credit foto:Bambang TS

Dirgahayu Indonesiaku,semoga kami dapat mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang tak ternilai ini

Hanya penghormatan inilah yang dapat kami berikan....

Hanya penghormatan inilah yang dapat kami berikan....

Payung Pertahanan Udara (Air Defence Umbrella) Part 2

Secara umum, konsep hanudnas Indonesia memang unik karena mengingat kekuatan yang ada saat ini kebanyakan berupa AAA(anti aircraft artillery), MANPADS, maupun SHORAD gun missile complex. Selain itu KRI yang berkemampuan radar dan rudal hanud juga dimasukkan dalam kekuatan pertahanan udara nasional, sebenarnya ini juga menjadi tren di negara-negara lain seperti amerika dengan aegis class destroyer dan cruiser, russia dengan kirov classnya dan inggris dengan type 45 Daring class destroyer-nya. Yang menjadi perbedaan adalah sistem pertahanan udara kapal-kapal tersebut sudah berupa SAM jarak jauh dan yang dimiliki KRI kita saat ini masih berupa Point Air Defence/SHORAD.

Menyikapi hal tersebut, saya mencoba membuat sebuah kajian kecil-kecilan hasil pandangan orang awam tentang pembangunan air defence umbrella yang mungkin bisa diawali dari subsistem yang telah ada sekarang.  Pertama-tama untuk subsistem AEW harus diakui bahwa negara kita masih belum memiliki sistem ini, dan sebenarnya untuk mengisi ini saya pribadi cenderung ke Erieye system yang mampu dipanggul pesawat sekelas CN-235(jika mengacu pada An S-100 Argus(saab-340+Erieye system) milik swedia, bahkan jarak jangkau CN-235 lebih jauh) dan  radar erieye yang mampu memberikan pendeteksian 360 derajat dan jangkauan 350km di area yang sarat akan peralatan electronic warfare. Selain itu keunggulannya adalah masih mampu mendeteksi target ketinggian rendah, memiliki fungsi IFF, dan memiliki fungsi sea surveillance(hmm, apakah bisa seperti MPA???)

Continue reading

Payung Pertahanan Udara (Air Defence Umbrella) Part 3

Kemudian kita masuk ke payung udara jarak menengah saya pribadi memilih BUK M-2E sebagai pilihan mengingat walaupun secara birokrasi pembelian senjata memang ribet, tetapi tidak seribet si Sam dan kalau kita tidak keterlaluan embargo bukanlah opsi bagi russia. Dengan jarak jangkau 3–50 km dan ketinggian sasaran 30-25000 m maka Buk memberikan sistem pertahanan udara jarak menengah yang ideal dan mampu memberikan coverage yang cukup bagi sistem dengan jangkauan di bawahnya untuk bersiap-siap untuk bereaksi jikalau Buk gagal mengatasi sasaran. Kemudian untuk garda terdepannya saya pribadi memilih S-300 PMU2 Favorit yang memiliki jarak jangkau maksimal 195 km dan ketinggian sasaran 82-82.000kaki dan kecepatan maksimal Mach 7.

Continue reading

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes