Movie Review “Woman in Black”

Tersebutlah suatu sore, dimana rencana nonton The Raid dengan 15 orang anggota KERIS dan keluarga. Karena ramenya yang mau nonton, kosongnya saldo m-Tix 2 anggota, rusaknya komputer ticketing di Cinema 21, serta banyaknya calo di XXI maka akhirnya saya secara random ke XXI dan memilih asal film untuk ditonton. Lihat judul “Woman in Black”, “The Hunger Games”, sama satu film yang entah apa judulnya ada naganya serta film kartun. Saya akhirnya menjatuhkan pilihan ke “Woman in Black” karena katanya horror. Karena sudah lama gak tidur di kuburan saya penasaran sama level kehororannya. Dan saya mau tegaskan saya nonton sendirian again me-revive kegiatan dulu kala di awal kuliah, ke XXI secara random dan memilih film yang ada untuk ditonton, kebanyakan film yang judulnya absurd/obscure belum terkenal.
Pertama dilihat bintangnya si Daniel Radcliffe tetep aneh rasanya melihat itu anak jadi gede, memerankan orang yang kerja di Law Firm, memiliki satu orang anak dan Istrinya meninggal ketika melahirkan. Inti dari cerita adalah si Daniel (Saya udah lupa memerankan siapa) diultimatum sama bos di law firmnya untuk membongkar surat-surat disebuah rumah yang baru ditinggal mati pemiliknya. Rumah ini berada di rawa-rawa tepi laut dimana jalannya (nine lives road) akan ketutupan kalau air pasang. Penduduk sekitar gak welcome ama daniel, terkesan mengusir, pengacara setempat ngasih amplop kecil berisi surat-surat si pemilik rumah terus nyuruh si danil pulang, tapi danilnya ogah dan neka ke itu rumah
Continue reading

Sekelumit Cerita tentang Lakon Wayang Banjaran Gathotkaca

Fakultas Kedokteran UGM merupakan salah satu fakultas yang rutin menanggap wayang kulit setiap Dies Natalis dan selama 3 tahun terakhir saya di jogja dalangnya selalu Ki Purbo Asmoro, lakon yang pas untuk acara ulang tahun memang lakon Banjaran. Banjaran sendiri berarti urut-urutan/kronologis atau bisa disebut juga perjalanan hidup seorang tokoh dalam wayang. Hampir semua ksatria Pandawa ada lakon banjarannya, dengan ditambah seorang ksatria Kurawa yang meskipun di pihak Kurawa, banyak hal yang bisa kita teladan dari kehidupannya, ksatria itu adalah Karna. Jadi banjaran Gathotkaca merupakan cerita kronologis kehidupan Gathotkaca mulai dari menjelang kelahiran, lahir, masa kecil, masa muda (Gathotkaca dari bayi langsung mlumpat jadi gede gara-gara dicemplungkan ke Kawah Chandradimuka) , sampai dia berhasil menikah dengan dewi Pergiwa yang dicintainya dan hingga gugur di perang Bharatayudha karena pusaka senjata kuntha yang dimiliki raden Karna

Kisah ini diawali dengan kelahiran Gathotkaca yang merupakan putra Bima (Werkudara) dengan Dewi Arimbi, dewi Arimbi sendiri sebenarnya adalah putri raksasa/buta yang didandani oleh Dewi Kunthi sehingga menjelma menjadi perempuan cantik . Gathotkaca kecil diberi nama Tetuko oleh kakeknya, ada keganjilan dalam kelahirannya, yaitu tali pusarnya tidak bisa dipotong dengan alat apapun. Ternyata diketahui tali pusar Gathotkaca baru bisa diputus oleh Pusaka Kuntha. Batara Narada yang bertugas mengantar senjata ini ke Raden Arjuna (Paman Gathotkaca) malah mengantarnya ke Raden Karna karena kemiripan muka mereka. Karna merupakan saudara seibu arjuna yang karena takdir berada di pihak Kurawa, akhirnya terjadi pertarungan memperebutkan senjata Kuntha yang dimenangkan oleh Raden Karna. Arjuna hanya mendapatkan warangka/sarung senjata Kuntha. Karena warangkanya juga merupakan senjata ampuh maka tali pusar tetoku bisa putus juga, dan ajaibnya warangkanya menghilang, menyatu kedalam tubuh Tetuko.

Batara guru memerintahkan Tetuko dibawa ke khayangan yang sedang dilanda peperangan dengan raja setan Kolopracono, bayi Gathotkaca yang masih merah dikirim ke medan pertempuran untuk melawan senopati musuh, ajaibnya meskipun ditusuk, digigit, dan dibanting, Bayi Gathotkaca tidak mengalami luka sedikitpun, senopati kolopracono yang marah protes ke Batara Guru bahwa bayi merah ini bukan lawan sepadan untuknya. Batara Guru pun berpikir kemudian bayi Gathotkaca yang masih merah dicemplungkan ke Kawah Candradimuka beserta pusaka/senjata seluruh dewa-dewa khayangan. Akhirnya keluarlah ksatria muda gagah perkosa eh perkasa dengan otot kawat balung wesi kulit waja sikut pethel garis linggis anu ceret (cuman mengkopas omongannya Ki Purbo :p) yang kemudian ditandingkan dan mengalahkan senopatinya kolopracono bahkan si kolopracono sendiri. Akhirnya khayangan menjadi pemenang peperangan good vs evil.

Continue reading

Sekarang Ane Paham Gan Kenapa Pada Demen Rapat di Hotel

Sekarang ane Paham…kenapa anggota DPR, instansi pemerintah, dan perusahaan2 demen banget rapat di luar kantor, di hotel di daerah yang sepi

jangan ngeres dulu, sekarang setelah memasuki semester 8 (Semoga jadi semester terakir kuliah S-1) ane jadi paham gan…

ternyata itu nyari ketenangan, tanpa gangguan
ane sekarang udah ngerasain gan, susahnya nulis tulisan terstruktur yang simpel sekalipun meskipun otak telah menari nari dan pemikiran melintas dengan liar.

Ya, kita memang butuh tempat tenang, biar bisa mikir jernih, itulah kenapa…Peacock Coffe is such a suitable place for mahasiswa kalong tingkat akhir kayak saya
:ngakak

nampaknya semester delapan ini akan dihiasi dengan malam-malam di pikok, keiko, dan tempat2 sampai pagi lainnya (meskipun kemaren kemaren sama aja) :p

semoga lancar deh semester 8 ini
Semangat Makaryo!!!

Menimbang Keterlibatan PT DI dalam Hibah F-16

Seperti kita ketahui bersama, DPR dan Pemerintah telah mensetujui untuk menerima hibah 24 Pesawat F-16 dari Amerika. Pesawat-pesawat tersebut merupakan pesawat yang tidak digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) maupun Air National Guard (ANG) dan berstatus cadangan (reserve) sehingga disimpan di AMARC (Aircraft Maintenance And Regeneration Center) di gurun Nevada. Untuk ‘menghidupkan’ pesawat tersebut dibutuhkan proses yang disebut retrofit dimana memang sebelum ditaruh di gurun komponen2 seperti avionik, mesin, sistem navigasi, dan pipa bahan bakar dilepas dan disimpan secara tersendiri. Proses retrofit memerlukan biaya, terutama untuk man hour pemasangan dan penggantian beberapa komponen yang berumur seperti seal dsb. F-16 Hibah yang akan kita terima, selain akan diretrofit juga akan diupgrade agar yang tadinya berstandar blok 25/32 diubah menjadi setara blok 52, terutama di bagian avionik. Continue reading

Curiga Manjing Warangka

Curiga Manjing Warangka adalah salah satu konsep yang dikenal dalam budaya jawa, terutama di dunia Keris. Terjemahan harafiahnya adalah Keris di dalam rangka. Ada salah satu pandangan bahwa ungkapan tersebut dapat diartikan sbb:
-curiga(keris) berarti sukma manusia
-manjing berarti berada dalam
-warangka (selubung) berarti raga

Curiga manjing warangka jadi mengibaratkan kedirian/keberadaan sukma di dalam raga, selama masih mangana dalam bawana driya.Sukma manusia ada dalam cekaman raganya. Itu merupakan salah satu pandangan dari sisi spiritualisme jawa. Kalau menurut pendapat cubluk saya, konsep Curiga Manjing Warangka ternyata bisa juga diterapkan dalam mencari pasangan hidup, seperti keris yang berpasangan dengan rangkanya
Continue reading

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes