Dec 26

Solo Travelling Ke Maldives dan Sri Lanka (Part 2)

Sebenernya udah lama pengen nulis part 2 dari cerita ini ke blog, sebelum tahun 2016 berakhir. Tapi karena satu dan banyak hal  ngeles lain, baru sekarang kesampaian ngelanjutin nulis pengalaman ini, semoga nggak banyak yang kelupaan. Udah ketumpuk solo trip ke Jepang, Myanmar, Kamboja, dan rame-rame ke Vietnam dan New Zealand pula :ngakak.

Jadi, kita lanjutkan, terdampar di  pulau Mahibadhoo, yang nggak ada house reef deket pantai dan gak ada bikini beach. Saya terdampar sama Ibu2 asal Inggris bersama putri ABGnya. Saya sih udah kesel, tapi mereka lebih kesel lagi dibanding saya, ekspresi keselnya benar benar tidak ditutupi, jadilah penjaga penginapan ‘alternatif’ kami yang jadi sasaran kekesalan. Orangnya nggak jahat sih, mau ngajakin kita tur keliling pulau juga, nunjukin tempat tempat makan. Karena bete, saya cuman ke tempat makan lokal yang saya kira pegawainya lokal semua, ternyata pegawainya Bangla! bener-bener luar biasa, migran bangla nggak cuman ditemuin di middle east, Malaysia, Singapura, tapi juga di negara kepulauan yang lumayan jauh dari daratan utama ini. Harganya? So-so lah, gak sampai 100ribu rupiah pokoknya sekali makan, cuman ya musti hati-hati ketika milih menu, kadang orangnya salah paham nggak ngerti maksud kita apaan.

Ini menu restorannya, dalam rufiyaa, kalau mau jadi rupiah kira-kira dikali 1000

Mbak Mbak Maldives lagi main semacam basket

Nah, Ibu dan anak asal Inggris itu ternyata muter-muter sendiri keliling pulau yang nggak terlalu besar itu, beruntungnya mereka (dan saya) mereka ketemu rombongan orang Australia dan Belanda yang lagi nginep di guesthouse lain, dan mereka cerita tempat mereka nginep itu seru banget, jadi banyak kegiatan outing-outingnya gitu (dengan nambah bayar pastinya) namanya The Amazing Noovilu Guesthouse. Tempat ini jelas saya rekomendasikan, banyak outing yang bakalan rame karena orang datang menginap di situ salah satunya ya karena outingnya.

Malam itu, saya ngikut mereka berdua ke Guest house yang katanya paling asik di Mahibadhoo, disana ketemu beberapa tamu, diantaranya retired couple dari kanada/inggris agak lupa, 2 orang cewek australia yang sedang liburan berbulan2 keliling dunia, dan seorang mbak mbak asal belanda yang sadly kerampokan di Male pas mau ke Mahibadhoo, tasnya diambil pas dia ditodong saat naik taxi di Male, padahal itu kota cuman seiprit, jalan kaki 2 jam udah 1 puteran. Mbak ini cuman nyisa Iphone sama emergency cash, jadi dia semua transaksi pakai paypal. Mbak ini dibela belain ngelobi kedutaan belanda di Sri Lanka (karena di maldive gak ada) supaya dia masih dikasih semacam SPLP yang bisa dipakai transit di tujuan selanjutnya, dia gak pengen pulang lebih cepat gara2 passpornya ikut hilang pas dirampok.

Di malam itu kita ngobrol ngalor ngidul lah, cerita latar belakang singkat, rumusan masalah, dan hipotesa yang ditawarkan biar kita yang kena zonk Guest house pulau sebelah gak kecewa-kecewa amat. Jadilah mereka menawarkan kita untuk ikut outing, lihat whaleshark di Whale shark point yang jaraknya sekitar 45 menit naik speed boat. Namanya naik speedboat di negara yang touristy, jelas bayarnya lumayan, 100$, ibu-ibu Inggris dan anaknya seingat saya sih gajadi ikut. Singkatnya, saya bilang jadi ikut, ketemu jam 7 pagi  di guesthouse, saya dijemput sama 2 cewek australia, ternyata hanya salah satu dari mereka yang ikut, kita sarapan bentar, ambil snorkling gear dan pelampung terus ke dermaga untuk naik speedboat. Jadinya yang ikut saya, mbak2 belanda, cewek australi, dan si ibu2 dari retired couple itu, kalau krunya sendiri ada 3.

Whaleshark here we come!

Perjalanannya cukup seru sih karena speedboat dipacu kencang, kita agak duluan sampai whaleshark point dibanding rombongan lain, ternyata whaleshark point cukup ramai, dan begitu ada 1 kapal nemu whaleshark, kapal kapal lain langsung berpacu mendekat dan menumpahkan para pelancong yang ingin renang bersama whaleshark. Hampir 3 jam kita muter-muter karena whalesharknya gak mau timbul ke atas, sampai sebelum kita mau pulang, tiba2 guide kita melihat whaleshark di dekat kapal, langsung kita ikutan nyebur, meskipun agak dalam, tapi kita bisa melihat, emang gede sih whalesharknya. Pulang dengan perasaan agak puas, dapat teman teman baru pula karena tentu saja selama di perjalanan kita gak diam saja.

Pulang dari whaleshark, kita istirahat, diajakin mancing malam sih tapi saya putuskan mancingnya sama penunggu guest house alternatif aja, sekalian bagi-bagi rejeki. Padahal mancing itu tarifnya 60$, kalau nggak di Maldives, ogah kali bayar segitu :ngakak jadilah saya mancing sama dia, disewain kapal dan sialnya nggak dapat satu ikan pun. Dia pakai teknik casting, saya pakai line yang diiket ke kapal, saya sukses mutusin 2 line sih :p. Tapi ya niatnya biar si guide guest house alternatif juga kecipratan, jadi ya gak nyesel nyesel amat gak dapat ikan, toh masih bisa makan di restoran dan dimasakin oleh orang bangla-nya.

Esoknya saya dikabari kemungkinan bakal stay sampai selesai trip saya di guest house alternatif, tentu saja saya telpon itu guest house owner, marah2 dan ancam2 karena ternyata si Ibu2 Inggris dan anaknya udah naik speedboat pagi untuk ke pulau tujuan asli kita. Pakai ancam tulis review jelek di Trip Advisor, agoda, blog, fesbuk dll. Akhirnya sukses, hari selanjutnya dijanjikan bakal dibayarin speedboat biar bisa pindah ke pulau tujuan asli. Esok paginya, udah packing, say goodbye sama penunggu alternatif, naik speedboat yang pas turun masih ditanyain ongkos 10$ mana kok ga bayar, udah persiapan emosi, ternyata kelar dengan sebut nama owner guest house tujuan asli saya. Sampai disana, ternyata saya dibukain kamar di guesthouse sebelah yang lebih mahal dan lebih bagus daripada tujuan asli saya :ngakak meskipun cuman 2 hari dari rencana stay 4 hari saya.

Tentu saja begitu sampai Hangnaameedho tujuan saya adalah melihat langsung house reefnya yang katanya bagus dan bener bener di pinggir Bikini Beach pulau itu. Ternyata beneran bagus! di bikini beach ketemu beberapa orang yang udah duluan tinggal di Kalaafaanu Retreat, ada pasangan belanda, pasangan spanyol yang lagi honeymoon, pasangan jerman yang travelling buat mutusin mereka mau menikah apa nggak, sama tentu saja ibu-ibu Inggris dan anak ceweknya. Pasangan spanyol itu malah sudah 1 minggu di Kalaafaanu retreat dan mereka bilang gak bosen-bosen snorkelling karena bisa ketemu hiu, manta dll cukup dengan nyemplung dari bikini beach. Obrolan-obrolan seru tentu saja mengalir, termasuk urusan imigran di eropa, bagaimana mereka memandang kehidupan penduduk maldives, dan ngetawain Trump (yang kita gak nyangka beneran jadi presiden US). Satu hal yang saya demen kalau ngobrol sama orang eropa, prinsip demokrasi benar benar dijunjung dalam kehidupan sehari-hari, pasangan jerman itu sampai berdebat cukup panas urusan imigran, jadi si mbaknya pro kebijakan merkel terhadap imigran, masnya agak kesel sama imigran terutama sejak insiden malam tahun baru frankfurt itu. Meskipun, perdebatan panas, tapi gak pakai ngambek-ngambekan, semua menghargai pendapat masing-masing dan ujung-ujungnya mereka snorkelling bareng lagi.

Bikini Beach at Hangnaameedho!

Pulau Hangnaameedho  memang sedikit lebih moderat, ada bikini beach, dimana turis (dan strictly turis) boleh memakai bikini di situ. Areanya agak tertutup, pakai triplek sama tanaman pandan sekeliling, yang boleh masuk cuman turis dan pegawai guesthouse. Tapi tetep, gak ada alkohol di pulau itu, cuman ada beberapa kafe dan toko suvenir. Di toko suvenir, seperti biasa saya mencoba ngobrol-ngobrol sama yang jaga, eh malah bikin saya agak ehe ehe, bapaknya anaknya 5 dan yang nomor 3 lagi kuliah kedokteran di Bangladesh yang uang kuliah dan uang sakunya bisa bikin melotot, si bapak bisa biayain cuman dari toko suvenir aja. Malam pertama di Hangnaameedho, saya makan malam bareng bersama teman makan malam di pulau sebelumnya, ibu2 inggris bersama anaknya. Dan tidak ada kegiatan lain selain bikini beach, snorkeling, dan jalan2 keliling pulau yang ada makam lama dimana salah satu raja sukses di area setempat, raja Kalafaanu. Outing juga susah karena meskipun guesthouse nawarin, emang penghuni musimannya beda sama yang di Novilu, yang di sini emang pada ngejar bikini beach dan house reefnya aja, jadi kalau maksa outing ya mahal karena nggak rame rame. Tapi hidup emang santai sih di sini, bisa menikmati angin sepoi sepoi di deretan pohon kelapa sambil ngelihat kegiatan penduduk lokal kalau nggak nongkrong di bikini beach. Makanya saya nggak heran kalau occupancy rate di Kalafaanu retreat cukup tinggi sepanjang tahun. Seafood disitu juga segar-segar, jadi yang doyan seafood cocok deh.

Penginapan tujuan sebenarnya, Kalaafaanu Retreat

Setelah menutup masa masa nginep di Maldives dengan agak hepi, tibalah waktunya pulang ke Male, tarif speedboatnya 35$ dengan perjalanan 1,5 jam kalau gak salah. Mayan kenceng sih kalau di GPS sampai 70km/jam speednya. Ibu2 inggris dan anaknya juga satu speedboat, tapi nanti beda tujuan, mereka mau lanjut ke pulau lain untuk menyelesaikan liburannya di Maldives, sedangkan saya cuman mau muter muter Male sebentar sebelum nanti naik Korean Air ke Sri Lanka. Saya juga pengen ketemu pemilik Guest House tujuan asli saya yang ternyata dia kerja di perusahaan minyaknya Maldives di Male. Karena si ibu udah merasa lelah batin dan fisik dengan pengalaman beberapa hari terakhir dan si anak cewek pengen muter-muter keliling Male, maka si ibu nitipin anaknya ke saya untuk bareng bareng keliling Male.

Male memang kotanya kecil, cuman namanya juga penasaran, kami sampai male sekitar jam 9 jadi beberapa museum belum buka, kami hanya menelusuri beberapa spot yang katanya recommended, dengan salah satu atraksi turis utamanya ya komplek pemerintahan dan masjid utama. Oh iya, di beberapa titik, negara ini sensitif terhadap kamera yang kelihatan gede-gede milik turis, ya mungkin mengingat memang situasi politik di negara itu emang agak gimana belakangan, sampai India harus intervensi datengin kapal perang untuk menenangkan situasi. Kok India? padahal Maldives negara syariah gitu, katanya sih karena India memang big brother untuk negara2 asia selatan, makanya dulu pas tsunami juga India bantu duluan. Lumayan sih kita bisa ngelihat bagaimana geliat ekonomi di Ibu kota Maldives, meskipun rencana awal saya mau ke pulau deket situ untuk lihat masjid tertua yang dibangun dari pilar pilar karang, tapi ya dipikir pikir bakal mepet waktunya. Setelah agak puas muter muter dan foto-foto, saya anterin anak kembali ke ibunya di pelabuhan ferry, saya kemudian berpamitan sambil bilang untuk keep contact siapa tahu ketemu lagi. Setelah itu saya lanjut ke pasar paling gede se Maldives dan tempat pelelangan ikannya. Kemudian ketemu si owner guesthouse yang tadinya saya kira mau nraktir makan siang :p Dia bilang lagi bikin 1 properti lagi yang besar di pulau yang sama dan janjiin special rate kalau mau balik. Oh iya, karena pulaunya kecil, taksi di Male agak unik, tarifnya flat, kalau dirupiahin sekitar 40ribu sekali naik (seingat saya) dan jangan kaget kalau tiba tiba ada orang lain naik meskipun kita sudah naik. Tapi mengingat kejadian yang menimpa mbak2 belanda yang dirampok di Male juga terjadi ketika naik taksi, mending kita tetap waspada apalagi kalau naik waktu malam, mending nunggu taksi yang katanya perusahaan terpercaya.

Beberapa bangunan di Male

Kemudian saya pindah ke pulau Hulhumale dimana bandara internasional berada, check in dan begitu menuju boarding gate, akhirnya saya melihat alkohol untuk pertama kali, di duty free shops :D. Tapi tentu saja harganya nggak bakal bisa ngalahin DFS di Changi :p. Lumayan lah bisa ngelarin tulisan ini sebelum tahun berganti, semoga part-3 Sri Lanka bisa ditulis segera, meskipun pesimis bisa kelar sebelum tahun 2017 berakhir.

 

Oh iya, sebagian foto-fotonya udah diupload di FB, silahkan klik Album foto Maldives-Srilanka

Kaliwungu, setelah lelah karena kejatahan Pertemuan keluarga trah di rumah tapi masih kekenyangan dan selesai dipijat refleksi sambil teriak kesakitan. Ditemani dangdut koplo dan Adhitia Sofyan

PS: detailed itineray dan damage cost masih ada catatannya di saya, menerima pertanyaan dan permintaan file itin/DC kalau ada yang mau

Leave a Reply

Your email address will not be published.

[+] kaskus emoticons nartzco

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes