Alkisah Koran Meteor

Buat anak laki yang masa kecil dan ABGnya dihabiskan di daerah sekitaran Semarang-Solo atau sebagian kecil jogja pasti tahu apa itu koran meteor. Koran meteor ini bisa dianggap saudaranya lampu merah/lampu hijau di jabotabek lah. Isi beritanya nggak jauh-jauh dari kriminalitas, mistik, dan nyerempet2 vulgar.

Berawal dari ngetwit gila ala akun @AsliSemarang yang ngepos dengan hastag #sakarepmu beberapa hari lalu yang mengambil tema ala rubrik alkisah di koran meteor, jadi ingat masa-masa koran ini masih terbit. Di bawah ini adalah salah satu contoh terbitan si koran meteor nan fenomenal.

 

 

    Isinya yang kontroversial pun diakui oleh pemrednya, seperti dikutip dari Chatib Duta Hapsoro

Bejan Syahidan, Pemimpin Redaksi harian Meteor saya temui esok paginya (22/9). Ia mengakui harian Meteor sebagai media kuning. “Isi dari media kami memang tidak jauh-jauh dari kriminal, seks, dan supranatural. Itu sudah maqom-nya media kuning,” akunya. “Tapi perlu digarisbawahi bahwa berita yang kami tulis adalah berdasarkan fakta, tidak dibuat-buat,” tambahnya. “Rubrik Alkisah (salah satu rubrik yang menampilkan cerita-cerita seks) kami tujukan untuk pasangan suami istri untuk menambah gairah mereka dalam berhubungan intim,” jelas Bejan. Ia menjelaskan lagi kalau Meteor dibilang sebagai koran porno, sebenarnya bagian tersebut tidak lebih dari 10 persen. Masih kalah jauh dengan tayangan televisi. “Anak yang belum bisa baca bisa menyaksikan televisi, tapi tidak bisa membaca Meteor,” tambahnya lagi.

“Manfaat membaca media kuning sendiri apa?” tanya saya. “Orang mencopet, merampok sekarang sudah kreatif, orang merampok tidak mesti membobol jendela, banyak sekali modusnya. Nah, dengan membaca media-media seperti Meteor orang jadi tahu variasi-variasi modus kejahatan tadi,” jawabnya dengan logat Jawa kental.

Iya, ini memang koran kuning, sampai-sampai jaman saya SMP, guru BP bilang, kalau ada siswa ketahuan bawa koran meteor maka akan dihukum berat. Eh tapi namanya anak anak SMP yang lagi badung-badungnya, ada ada aja cara yang dipakai biar bisa baca koran meteor. Makin dilarang makin penasaran, hingga yang namanya koran meteor mau edisi kapan pun pasti dipakai rebutan anak-anak, pada penasaran baca karena ada alkisah memang beritanya bikin ngakak. Kalau udah ada yang bawa 1, kalau situasi di kelas aman ya pada baca rame-rame di kelas, kalau nggak ya pada baca di gudang sekolah :ngakak

Ya mungkin itulah level hiburan yang dicari anak-anak SMP pinggiran, selain balapan nyampe ke tempat PS-an atau nyari musuh buat tanding sepakbola. Adrenalin terpacu saat baca koran meteor, karena sedang melawan aturan, kalau fantasi sehabis baca alkisah sih Cuma bonus :p. Kenekatan baca meteor ketika jam pelajaran bisa bikin seseorang dipandang berani sama temen2nya :ngakak. Dan ada kejadian cukup menggelikan, saat salah satu guru ternyata merupakan pembaca setia koran meteor :hammer

Gimana nasib koran ini sekarang? Setahu saya sih udah bangkrut, padahal ini koran dari Jawapos group. Tapi masa-masa kecil nanggung itu akan selalu terkenang, karena mengingatkan bahwa memang hidup itu bagaikan roller coaster. Ada kalanya bersemangat melakukan hal yang nggak penting ada kalanya pasrah saja dengan keadaan.

1 comment

    • dangdyudNo Gravatar on April 20, 2014 at 10:13
    • Reply

    wahahahaa..aku tau ki moco meteor jaman SD..hahahah :)))

Leave a Reply

Your email address will not be published.

[+] kaskus emoticons nartzco

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes