«

»

May 12

Pandangan Awam tentang Operasi TNI di Somalia

Kasus perompakan MV Sinar Kudus yang mengemuka belakangan ini bisa dibilang merupakan sebuah fenomena yang menarik. Reaksi media terhadap kasus ini sangat mewarnai dinamika kasus ini. Reaksi pertama pemerintah adalah menggelar rapat koordinasi dimana salah satu agendanya adalah pembahasan kasus pembajakan Sinar Kudus. Dari rapat tersebut didapat beberapa hasil yang belakangan diketahui adalah mengirim pasukan TNI ke perairan Somalia sebagai salah satu alternatif solusi jika negosiasi gagal/menemui jalan buntu. Pengiriman dua kapal frigat kelas Van Speijk diusahakan tanpa menarik perhatian orang banyak. Reaksi media saat pengiriman masih adem ayem karena kasus Sinar Kudus saat itu belum menjadi bahasan hangat dan hanya menjadi berita pelengkap, belum menjadi topik utama.

Pengiriman 2 kapal frigat ini terbilang langkah yang cukup berani dan patut diapresiasi, mengingat kapal ini adalah kapal kombatan terbesar (kelas frigat) yang ada di armada TNI AL, yang lebih besar darinya adalah kapal-kapal angkut dan kapal bantu. Dari sisi pergelaran armada, posisi TNI AL saat itu adalah mempersiapkan operasi latihan yang cukup besar yaitu operasi Jala Perkasa. Untuk operasi Jala Perkasa sendiri melibatkan 2 KRI sebagai unsur penembak ( KRI Oswal Siahaan, kelas Van Speijk, dan KRI Hassanuddin, kelas SIGMA) 1 Kapal selam, dan belasan KRI lain sebagai unsur pendukung. Tentu saja latihan tersebut cukup menguras jumlah armada kapal TNI AL, tak dapat dipungkiri TNI AL harus bekerja keras untuk mengatur kapalnya bagi misi lain seperti pengamanan perbatasan dan patroli keamanan laut. Tentu saja patroli perbatasan dan keamanan laut adalah hal yang mutlak harus tetap dilalukan meskipun sedang ada misi keluar negeri maupun misi latihan.

Menjelang sampainya kedua frigat kita di perairan Somalia, saya menandai ada 2 peristiwa besar yang sangat mempengaruhi operasi pembebasan sinar kudus. Yang pertama adalah bocornya misi kedua kapal melalui pemberitaan di web Angkatan Laut Sri Lanka pada awal mei, dimana kapal sandar di Sri Lanka untuk Resupply dan memindahkan pasukan yang menyusul naik pesawat. Yang kedua adalah menghangatnya pembahasan Pembajakan Sinar Kudus di media. Kedua hal tersebut menjadikan operasi pembebasan menjadi lebih rumit, belum lagi ditambah informasi intelijen menyebutkan MV Sinar Kudus telah ditarik ke pantai oleh perompak dan para awak diikat dan ditempatkan di tempat-tempat terpisah. Hampir berbarengan dengan operasi Jala Perkasa, TNI mengirim sebuah LPD (Landing Platform Dock) lengkap beserta pasukan dan kendaraan pendarat untuk merespon kemungkinan adanya operasi pendaratan untuk menyelamatkan ABK MV Sinar Kudus.

Upaya TNI dalam mengerahkan kekuatan yang dimiliki di tengah segala keterbatasan patut kita apresiasi. Namun, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal untuk keberlanjutan operasi di Somalia. Poin yang ingin saya angkat adalah kita harus tetap mengedepankan efisiensi dan ketersediaan armada untuk misi lain. Bagi saya pribadi masih menjadi pertanyaan, dari manakah anggaran untuk operasi di Somalia ini? apakah dari anggaran operasional TNI yang masih jauh dari kata ideal? kalau mengambil anggaran operasional TNI, tentu saja akan sangat berefek pada misi patroli perbatasan dan keamanan laut. Semoga misi ini benar-benar direncanakan tanpa mengorbankan misi rutin lain maupun misi khusus seperti satgas ambalat. Tentu saja kita tidak menolak misi mengamankan kapal Indonesia yang melintas maupun para WNI yang menjadi ABK, karena kapal dengan bendera Indonesia juga merupakan wilayah kedaulatan Indonesia. Selain itu menjaga hak hidup setiap WNI memang merupakan kewajiban pemerintah. Yang harus diperhatikan adalah apakah memang sebegitu urgent kah penempatan beberapa KRI di perairan Somalia? Mengingat keterbatasan anggaran dan jumlah kapal yang dimiliki TNI AL untuk menjaga wilayah perairan Indonesia. Solusi lain yang sempat disampaikan panglima TNI adalah menempatkan tim pada kapal Indonesia yang akan melintas perairan Somalia. Saya sangat mendukung opsi ini, karena dari sisi anggaran jelas akan efisien dan sasarannya jelas. Jika kita mengirim kapal, itu pun bukan jaminan akan mampu menangkal serangan perompak, hal ini sudah dialami negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Singapura. Penempatan kapal cenderung akan membuat operasi militer untuk pembebasan lebih cepat. Jikalau kita mengirim kapal perang untuk bergabung dengan misi multinasional CTF 151 (Combined Task Force 151), hendaknya anggarannya tidak mengurangi anggaran operasional TNI di tempat lain dan jumlah kapalnya disesuaikan dengan lalu lintas kapal berbendera Indonesia. Semoga pemerintah memilih opsi yang terbaik, dimana kedaulatan dan martabat kita terjaga dan tidak berimbas pada kekuatan TNI AL untuk menjaga perairan Indonesia. Bukan karena tekanan dari pihak manapun maupun demi publisitas. NKRI Harga Mati!

1 comment

  1. CakraNo Gravatar

    Opsi penyertaan personel militer memang lebih baik dipertimbangkan dari seluruh segi yang ada.Tapi perlunya penempatan kapal AL disana juga patut dikaji.Kalo misalnya ada kapal RI tapi mengibarkan bendera negara lain yg dibajak juga AL jadinya bisa nindak.Tapi penempatan kapal ini mesti dikaji bener2,jenisnya mesti yang ekonomis dan personelnya juga jgn bnyk2.Kenapa kita ga buat mini LPD aja ya?Muat 2 ato 3 helikopter gitu.Trus mesinnya pake yang ekonomis.hehehe.O y,kalo opsi membangkitkan AL Somalia bisa dipertimbangkan ga ya?Kita didik personel mereka trus kita kasi KE bunga ringan untuk pengadaan 2 FPB-57 NAV 3/NAV-5 plus 1 Armed NBO-105 n 1 versi intai n perwira2nya dari kita.Trus utk AD kita kasi ANOA aja.Untuk bikin batalion mekanis biar mengamankan jalur komunikasi AL dgn Pemerintah Pusat.Personel2nya kita ambil dan latih dari anak2 aja,biar bisa ditanamkan ideologi bela negara yg militan jd biar ga berkhianat ke milisi n perompak.Semacam investasi.Jadi mereka bisa ngebasmi perompak juga dari dalam.Kita untung mereka untung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes