«

»

Mar 10

Kajian Awam : Sukhoi Mengintercept Pesawat Pakistan

Pada beberapa hari yang lalu, pesawat Sukhoi TNI AU dari Skadron Udara 11 Makassar mengintercept pesawat Pakistan International Airlines (PIA) di lepas perairan NTT. Ini merupakan salah satu prestasi yang patut kita apresiasi, ini menunjukkan kalau kita tidak main-main dengan kedaulatan negara kita, entah siapapun yang melanggar. Pesawat PIA ini disewa untuk membawa pulang Paramiliter Pakistan yang bertugas dalam misi PBB di Timor Leste via Malaysia. Sebelumnya pesawat ini juga melanggar saat berangkat dari Malaysia ke Dili, tetapi karena beberapa hal, diputuskan penindakan akan dilakukan saat pesawat pulang dari Dili menuju Malaysia.

Sukhoi TNI AU, credit:unknown

Hari itu, semenjak pesawat tersebut take off dari Dili, radar TRS yang dioperasikan Satrad Buraen sudah mendeteksinya sebagai Black Flight (X-Flight) karena tidak ada nomor transponder (squawk number) yang sesuai. Satrad Buraen yang terintegrasi dalam TDAS (Transmission of Data Air Situation) langsung mengontak Kosekhanudnas, berkat TDAS ini pula tangkapan radar seluruh Satrad bisa langsung dilihat di Popunas (Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional) di Kohanudnas Halim dan di seluruh Kosekhanudnas. Perintah langsung diberikan kepada pesawat Sukhoi untuk menyiapkan misi identifikasi. Refuel dan Rearm dilakukan dalam waktu singkat dan pesawat langsung scramble menuju perairan NTT. Misi awalnya adalah indentifikasi dan pengambilan foto black flight. Di tengah perjalanan datanglah perintah dari Pangkohanudnas dan Danlanud untuk mengintercept. Jarak perjalanan 1 jam terbang dari makassar, 2 sukhoi telah bertemu dengan pesawat PIA dan melakukan identifikasi awal serta mengontak via radio bahwa pesawat itu diperintahkan mendarat di lanud HND (Hassanudin) Makassar. Beberapa rekan menyebut “Kita nyanggong pesawat itu” karena memang nyatanya sudah terdeteksi sejak take off dan begitu memasuki perairan teritorial kita langsung kita sambut.

Dari sudut pandang awam, ada yang mengganggap aksi ini berlebihan, ada pula yang bangga, dan ada pula yang menganggap biasa saja. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa dianggap berlebihan yaitu karena pelanggarnya ‘hanya’ pesawat penumpang, desas-desus operasional sukhoi yang mencapai 500juta/jam, dan indikasi kecolongan saat pesawat dalam perjalanan berangkat. Menurut saya, aksi ini tidaklah berlebihan. Karena semua prosedur sudah terpenuhi, mulai dari tangkapan radar darat, koordinasi antara Kohanudnas dan TNI AU, identifikasi serta pengawalan sampai pesawat mendarat. Selain itu, misi ini akan sangat bermanfaat bagi Skadron udara 11 pada khususnya dan TNI AU serta Kohanudnas pada umumnya. Ada beberapa faktor yang menjadikan misi ini bermanfaat menurut pandangan saya:
1. Misi ini adalah DETTERENT sesungguhnya!!!!! bukan berita hoaks ataupun kabar kabur tentang kekuatan kita. Ini adalah bukti kita tidak main-main dalam kedaulatan kita siapapun yang melanggar, walaupun faktanya memang pesawat ini membawa anggota misi PBB, kalau tanpa ijin ya kita tindak
2.Misi ini akan sangat menambah pengalaman Pilot Sukhoi, Radar operator, dan perwira radar kohanudnas dalam misi menjaga kedaulatan udara
3. Misi ini akan menjadi semacam refreshment, karena biasanya dalam latihan yang dikejar ya teman-temannya sendiri (saya tidak bisa membayangkan kepuasan pilot sukses menyanggong pesawat yang berani menerobos wilayah Indonesia.
4. Latihan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi pilot dan ground crew, karena ini adalah scramble dalam misi sebenarnya, pengalaman rearm dan refuel dalam real condition akan sangat berharga
5. Ini adalah publikasi gratis untuk menunjukkan bahwa TNI AU senantiasa siaga, bukan tidur
6. Misi ini bisa memberikan efek positif bagi kekuatan TNI kedepannya, terutama bagi persenjataan dan kesiapan pesawat Sukhoi serta pesawat-pesawat TNI AU lainnya

Untuk masalah denda, itu tentu saja bukan urusan TNI AU. Ibaratnya TNI AU adalah polisi lalu lintas udara, jadi tugasnya adalah menindak. Jadi tidak relevan kalau kita bandingkan jumlah denda dengan biaya operasional 2 sukhoi dalam misi ini. Toh pada kenyataannya bisa saja misi ini mengambil slot latihan.
Jadi kesimpulannya, menurut saya, misi intersepsi ini adalah sebuah kesuksesan yang patut kita banggakan. Dan sangatlah tidak relevan mengaitkan proses pelepasan pesawat serta jumlah denda dengan kesuksesan menjaga kedaulatan udara, karena disatu sisi misi ini merupakan tugas dan kewajiban TNI, proses diluar misi ini adalah proses birokrasi dan diplomasi yang tentu saja bukan bagian dari wewenang TNI AU. Diharapkan dengan misi ini dapat merangsang penambahan alutsista dan biaya operasional alutsista TNI. Untuk menjaga kedaulatan udara, tentu saja dibutuhkan radar yang mumpuni, fighter yang mencukupi, arhanud yang punya kemampuan area, backup dari KRI berkemampuan hanud, serta biaya operasional yang memadai. Semoga semua itu dapat terpenuhi di masa yang akan datang. Bravo TNI-AU, Bravo Kohanudnas, Bravo TNI!
Swa Buana Paksa!

14 comments

Skip to comment form

  1. BennyNo Gravatar

    six thumbs 4 u… {minjem jempolnya 2 ya…}

    1. Prima

      Maturnuwun jempolnya :D, jempol diberikan
      gimana kabarnya mas? Bravo ya buat njenengan dan rekan-rekan:)

  2. theoNo Gravatar

    wesssss….mantap wes!!

  3. BennyNo Gravatar

    khabar'e apik wae bro… lanjutkeun perjuangannya, hehehe…

    1. Prima

      @theo, :p
      @mas benny, hehe, selamat bertugas ya mas :) salam buat rekan2 hehehe

  4. inoyasha2No Gravatar

    manteb om… ulasannya di kaskus. :D

  5. bigfootNo Gravatar

    mantab!!!!

  6. tegeNo Gravatar

    salut buat TNI AU :D

    tindakan tegas dan gag klemar klemer patut diterapkan dalam berbagai hal, termasuk menjaga kedaulatan NKRI

    1. Prima

      @om inoyasha,thx hehehe,masih belajar:)
      @om T,thx om,semoga nanti pas udah balik tempur bisa jadi aktor utama show ginian…kan asyik ada live report lagi :D
      @tege,yoi g,biar gak pada main-main,biar yang pada nyolong SDA ikutan jiper

  7. wahyuNo Gravatar

    betttuuullllll…TNI AU kerja. bukan TIDUURRRRRR sama obral cangkem di media.

    1. Prima

      wekekeke,bravo mas!
      kapan ke jogja mas?

  8. CakraNo Gravatar

    Setuju.Tidak berlebihan pencegatan oleh TNI-AU.Sayangnya hati jadi miris kalo liat Sukhoi in mission tanpa senjata2 lain kecuali canon.Entah ap yg trjdi kalo yg dicegat hostile flying object sekelas F/A-18 dgn munisi AAM lgkp… O y,ad sumber g kpn persenjataan Sukhoi dtg?Trus dgn USD 54 juta ap aj kira2 persenjataan yg bisa dibeli?Btw,ad sumber(Angkasa kalo g slh) kalo Sukhoi gelombang pertama dlu dtg satu paket sama senjatanya(misil) senilai USD 7,8 juta,bnr g sih?

  9. Prima

    saya cuman bisa ikut berharap semoga persenjataanya cepat dilengkapi dan ditambah jumlahnya :)

  10. DinarNo Gravatar

    onli 500 juta-an, kecil………… dibandingkan kedaulatan yg ter injak-injak, berapa denda pesawat yg melanggar ???? ada yg tau kah ?? gimana kalo pesawat tersebut sambil lewat sebarkan virus berbahaya ??? dan pake beol lagi……………. 500 jt an, kecilllll………………. yg dibawa GAYUS DC + GAYUS-GAYUS yang LAIN………………… kemana tu duit nya………….???????///

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes